Rajin Makan Tempe Diklaim Bisa Bikin Umur Panjang

oleh

SATU BERITA | Hasil penelitian terbaru mengungkapkan bahwa produk-produk fermentasi kedelai dapat mengurangi risiko kematian dini.

Studi ini dipublikasikan dalam BMJ, setelah mengikuti diet dan kesehatan 92.915 pria dan wanita Jepang selama kurang lebih 15 tahun.

Pengamatan dilakukan terhadap peserta dengan usia antara 45 hingga 74 tahun, dan selama rentang waktu tersebut, 13.303 peserta diantaranya meninggal dunia.

Dikutip dari Detikhealth.com Studi tersebut yang dipublikasikan dalam BMJ, mengikui diet dan kesehatan 92.915 pria dan wanita Jepang berusia rentang 45 hingga 74 selama kurang lebih 15 tahun. Selama itu, 13.303 peserta di antaranya meninggal dunia.

Setelah mengontrol komponen diet, hipertensi, diabetes, merokok, asupan alkohol, dan faktor-faktor lainnya, para peneliti menemukan bahwa dibanding mereka yang asupan kedelai fermentasinya lebih rendah, mereka yang mengonsumsi lebih banyak memiliki risiko kematian dini lebiih rendah 10 persen.

Studi ini cukup prospektif dengan sampel yang luas dan follow-up yang lama, namun para penulis memperingatkan bahwa ini adalah studi observasional yang tidak membuktikan sebab dan akibat dan ada banyak variable lain yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,” demikian dilaporkan New York Times.

Namun tetap, rekan penulis, Dr Norie Sawada dari National Cancer Center Jepang, merekomendasikan kedelai fermentasi.

Terutama karena dampaknya bagi penyakit kardiovaskular, yang menjadi penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia.

Tempe mengandung sangat banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Bahkan dapat dikatakan bahwa kandungan nutrisinya mengalahkan daging sapi.

Kandungan protein dalam tempe disebut-sebut lebih tinggi daripada daging. Di sisi lain, kandungan lemaknya justru lebih rendah, Makanan ini mengandung kalsium dan fosfor yang jumlahnya jauh lebih tinggi daripada daging.

Beberapa kandungan dalam tempe bahkan tidak ada dalam daging, seperti karbohidrat, serat, riboflavin, niacin, asam pantotenat, piroksidin, dan biotin. Kandungan besi, thiamin, vitamin B12 dan retinol dalam makanan ini meskipun sedikit, juga lebih tinggi daripada daging.

Selain itu, tempe juga mengandung zat antioksidan bernama isoflavon yang sangat baik untuk tubuh.

Berikut manfaat utama dari tempe:

Sebagai sumber protein, karena setiap 100 gramnya mengandung kurang lebih 20 gr protein. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan protein harian yang mencapai 34% bagi orang dewasa.

Sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Kandungan isoflavon dan juga nutrisi lain dalam tempe ampuh menjadi antioksidan bagi tubuh, dan bahkan lebih ampuh dibanding kedelai rebus biasa.Sebagai sumber kalsium yang tak kalah dibandingan susu.

100 gr susu mengandung 124 mg kalsium, sementara 100 gr tempe mengandung 155 mg kalsium.Salah satu menu terbaik untuk diet, karena kandungan protein yang tinggi, tinggi serat dan rendah lemak.

Memenuhi kebutuhan vitamin B12, terutama bagi kalangan vegan yang tidak mengkonsumsi produk-produk hewani. Produk ini merupakan satu-satunya sumber vitamin B12 yang berasal dari nabati.

Makanan yang aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Kandungan isoflavon dan serat yang dimiliki tempe, mampu mengontrol kestabilan gula darah dan memperbaiki resistensi insulin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *